Skip to content

Ogoh-Ogoh Nasibmu Kini

March 24, 2009

dewarama_nyepi2

Siapa yang tidak mengenal Bali. Propinsi yang kental dengan budaya, adat-istiadat dan pariwisatanya. Salah satu budaya yang masih ada sampai saat ini adalah Pawai Ogoh-Ogoh. Karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang digambarkan dalam bentuk Bhuta Kala (manusia besar menyerupai raksasa) dan diarak oleh ratusan manusia dengan menggunakan rakitan bambu berbentuk persegi panjang (kalo di Bali namanya Sanan). Ogoh-ogoh yang menurut agama Hindu adalah suatu budaya dan adat-istiadat untuk mengusir bhuta kala atau semacam roh jahat biasanya diarak sehari sebelum Hari Raya Nyepi atau pas bertepatan dengan hari raya pengrupukan. Tapi khusus untuk tahun 2009 (Tahun Saka 1931), banyak daerah di Bali yang meniadakan Ogoh-ogoh karena alasan yang bagi saya sangat tidak masuk akal yakni Pemilu. Akankah Bali akan kehilangan satu budayanya?

Kamis (26/04), masyarakat Bali akan melaksanakan Catur Berata Penyepian. Tanpa api, tanpa listrik,  tanpa aktivitas dan penuh kesunyian akan membuat Bali sepi untuk satu hari ini. Sebagai media untuk instropeksi diri, Nyepi diharapkan mampu mengembalikan Bali ke suasana yang lebih bersih, alami, lestari dan indah.

Sehari sebelum hari raya Nyepi, truna-truni (pemuda-pemudi) Bali yang tergabung didalam suatu Organisasi Taruna Banjar (banjar: organisasi dibawah desa) akan mengarak ogoh-ogoh pada malam hari mulai dari jam 6 malam sampai selesai. Yang menariknya, ogoh-ogoh ini sudah dibuat sebulan sebelum hari H. Sehingga membuat banjar-banjar yang ada di Bali selalu ramai oleh anak-anak muda yang  menyalurkan bakat seninya.

Tapi tahun ini suasana ramai itu sudah tidak ada lagi. Hanya kabupaten Badung yang tetap menyelenggarakan Pawai Ogoh-Ogoh. Itupun karena alasan pariwisata. Bisa dibayangkan berapa pendapatan Badung yang hilang jika pawai ini ditiadakan. Karena beberapa penyedia pariwisata Bali belomba-lomba mempromosikan paket Nyepi plus Ogoh-ogoh untuk menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang ke Bali.  Gimana dengan Denpasar dan Kabupaten lainnya di Bali? Dengan alasan Pemilu, mereka meniadakan pawai ini. Takut akan adanya keributan dan kerusuhan akibat diselenggarakan ogoh-ogoh sehingga menggangu kelancaran Pemilu adalah beberapa hal yang ditakuti para pejabat kita yang berada diatas.

Sang pejabat harusnya mampu membedakan mana budaya dan politik negeri ini. Bali penuh dengan manusia-manusia dengan bakat seni yang terpendam. Mereka semua tidak bisa hidup tanpa seni. Ogoh-ogoh telah beberapa kali ditiadakan. Ini jelas dapat memasung kreatifitas seni pemuda-pemuda Bali. Ogoh-ogoh juga mampu menjaga kebersamaan diantara masyarakat Bali sehingga mampu membangun orang-orang Bali yang sukses dalam beroganisasi.

Siapa lagi yang menjaga warisan budaya leluhur kalau bukan kita. Pejabat-pejabat yang kita banggakan selama ini sudah lupa daratan. Mereka lebih mementingkan jabatan dibandingkan menjaga budaya yang semakin hari semakin berkurang ini. Untuk pemuda-pemudi Bali, mari kita jaga warisan budaya leluhur kita. Sedikit pesan dari dewarama blog buat kalian-kalian semua terutama buat Pemilu Legislatif april ini, Pilihlah Calon Yang Berkualitas dan Mampu Menjaga Buadaya Bali. Inget Contreng Sekali Saja…..

5 Comments leave one →
  1. March 25, 2009 3:31 pm

    Beberapa lembaga survei memperlihatkan sedikit yg pilih PDIP? ya jelas aja karena yg ngisi polling merupakan orang2 terpelajar. wajar kalo banyak pilih PKS. PDIP itu cuma bisa memanfaatkan orang2 kecil yg gak tau apa2. munculnya PKS dan partai Demokrat sebagai kuda hitam juga menunjukan perubahan pola pikir masyarakat indonesia. yg pilih P-Demokrat mungkin karena wibawa capresnya sedangkan yg pilih PKS lebih ke visi partainya. tidak lagi seperti pemilu sebelumnya yg memilih PDIP hanya untuk menghadang Golkar. sekarang waktunya menghadang PDIP! sekarang yg perlu ditebak adalah koalisi partai. kalo sampe PDIP dan Golkar berkoalisi, bisa berabe. kapan partai2 aliran putih bisa menang kalo disiasati seperti ini. kalau partai2 hitam saja bisa bersatu kenapa partai2 putih bercerai berai? mudah2an saja partai2 gurem ini masih eksis di pemilu2 selanjutnya.

    Dewa Rama:
    Anda bebas memilih pilihan anda. Inget pilih pemimpin yang berkualitas.
    Dan CONTRENG sekali aja….

  2. April 9, 2009 1:26 pm

    bos coba cek pageranknya di http://www.prchecker.info/check_page_rank.php heheh

    jangan lupa berkunjung je http://www.rebelyouth.co.cc ya

    Dewa Rama :
    Siap bos…. pasti nomor 1 hehehehehe

  3. April 10, 2009 12:15 pm

    iya puk.. gada ogoh2 Bali terasa sepi.. ga rame.. gada yang ditunggu-tunggu..

    btw, apa hubungannya komen diatas ma tulisannya ni? hehhhehehehehe..

    Dewa Rama:
    Dihubung2ina aja hehhehehe. Tapi bener banget….sepi. Buktinya pemilu legislatif aman2 saja. Sebenernya itu ketakutan yang ga masuk akal. Dan mengorbankan budaya adalah tindakan pejabat yang tidak profesional.

  4. April 11, 2009 1:05 pm

    Peniadaan Ogoh-ogoh tahun ini saya rasa juga beralasan karena konsentrasi massa di banyak tempat akan sangat berpeluang menjadi konflik politik, disamping sulit untuk menjamin keamanan warga pasca ogoh-ogoh.

    Nah bila di Kuta diadakan pawai [dilombakan] saya pun sependapat karena lebih kepada keberadaan pariwisata walaupun ada alasan pelestarian budaya.

    Dewa Rama:
    Nah i’m sorry neh untuk pendapatnya tapi sebelumnya makasi bli Sige. Boleh kan beda pendapat. hehehe
    Sekarang buktinya pemilu legislatif aman2 saja. Harus dibedakan sebenernya politik dan budaya. Inget, masyarakat kita haus akan hiburan. Kalo hanya gara2 politik ogoh2 ditiadakan, saya yakin kepercayaan masyarakat akan politik di Bali akan berkurang. Bisa2 golput bertambah neh… Masyarakat kita sudah pintar… (mohon komentar ya bli kalo ada yang salah. Intinya kita harus jaga budaya Bali sebagai generasi muda)

  5. April 18, 2009 5:07 pm

    setuju sanjaya……Seharusnya seluruh sekolah2 dibali bebas spp..dan juga semua tempatrekreasi ada internetnya…wakakakka…perasaan ndak nyambung ma judul yang diatas….sanjaya..sanjaya

    Dewa Rama:

    sugandha…sugandha… be ngelah panak 2 nu gen IQ ne jongkok hahahahaha. Damai le…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: