Skip to content

Orang Gila Ramaikan Denpasar

March 23, 2009

Berbicara sendiri, berbusana seadanya kadang mencolok dan berkelakuan semaunya seakan tidak menghiraukan orang-orang disebelahnya adalah beberapa ciri yang bisa menggambarkan orang gila (sakit ingatan). Dalam sehari aku menemukan 2 orang gila di Lapangan Puputan Badung disela-sela persiapan pasar murah Pebruari lalu dalam rangka HUT Kota Denpasar ke 17. Banyak hal yang bisa membuat orang itu menjadi gila seperti banyak utang, ditinggal wanita, kena PHK bahkan yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan yakni kekalahan Pemilu Legislatif 9 April mendatang diprediksi akan menyebabkan bertambahnya orang gila di negeri yang kita cintai ini.

orgil_denpasarOrang gila yang bercita-cita menjadi foto model

Sore itu, aku dan teman-teman lagi asik beristirahat menikmati hijaunya Lapangan Puputan Badung setelah seharian beraktifitas dalam mempersiapkan pasar murah dalam rangka HUT Kota Denpasar. Tiba-tiba laki-laki kurus dengan style jaket berwarna hijau plus memakai topi menghampiri aku dan dengan gerakan tangan sebagai isyarat memintaku untuk memfoto menggunakan kamera yang aku bawa. Pasti orang gila pikirku sembari memfotonya dengan 2 kali jepretan.  Belum habis memikirkan orang gila tadi, tiba-tiba datang seorang wanita sedikit kumal. Yang ini sedikit kalem, berbicara sendiri sambil membawa segelas kopi. Duduk disebelahku dan kembali berdiri setelah itu pergi lagi ntah kemana.

Dijaman krisis seperti ini, orang gila seakan menjamur dan memenuhi tempat-tempat umum di Denpasar. Mereka seakan luput dari instansi terkait yang menangani masalah sosial seperti ini. Mungkin saking banyaknya, tempat penampungan pun seakan pecah oleh berjubelnya orang-orang gila yang setiap harinya bertambah banyak. Seperti aku baca di salah satu media cetak, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Solo sudah membangun ruangan baru dan siap menampung orang-orang yang hilang ingatan. Dijelaskan juga RSJ Solo menambah fasilitas tersebut sebagai tindakan berjaga-jaga menjelang Pemilu April mendatang.

Pemilu? apa hubungannya dengan rumah sakit jiwa. Pemilu Legislatif 9 April mendatang diprediksi akan menambah orang gila di negeri ini. Apalagi penyebabnya selain kekalahan yang menyakitkan. Uang terkuras untuk kampanye tanpa mampu duduk di kursi kerajaan yang empuk. Seperti kasus sebelumnya dimana pada pemilihan bupati salah satu daerah di Indonesia, calon yang mengalami kekalahan menjadi gila dan  keluar rumah hanya dengan celana dalam.

Besar harapan kita untuk mendapatkan pemimpin yang berjiwa ksatria. Walau kalah tidak menjadi masalah dan akan menjadi pelajaran untuk menghadapi Pemilu berikutnya. Jangan pernah memilih pemimpin karena uang, karena itu sifatnya sementara. Sedikit pesan dari dewarama blog buat kalian-kalian semua terutama buat Pemilu Legislatif april ini, Pilihlah Calon Yang Berkualitas. Inget Contreng Sekali Saja…..

One Comment leave one →
  1. May 6, 2009 4:08 pm

    Banyak oknum-oknum yang ingin berkuasa ataupun orang berkuasa, tidak siap menghadapi jalan yang menjadi pilihan mereka. Tidak mengherankan, “kegilaan” itu terjadi. Siap kalah siap menang! Semoga RSJ Bangli, tidak tambah penuh.
    Dwija

    Dewa Rama:
    Harus ditanamkan bagi semua orang, untuk menjadikan Negara itu baik, tidaklah harus berkuasa. Sebagai warga negara biasa pun bisa mewujudkannya. Khusua untuk orang gila yg sering nongkrong di tmpt wisata di Denpasar supaya instansi terkait segera membereskannya dan diberikan perlakuan yang layak seperti orang normal lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: