Skip to content

Wisata, Ajang Tempat Korupsi

March 6, 2009

Wisata oh wisata, nasibmu kini. Mungkin kalimat itu yang bisa saya ucapkan untuk Wisata, tempat nonton film yang pernah eksis dan bisa dibilang paling terkenal sebagai tempat nongkrong bagi anak muda Denpasar. Tapi sekarang itu hanya tinggal kenangan. Kumuh, sepi, tempat nongkrong orang-orang berandalan dan maaf…tempat mesum adalah beberapa faktor yang mempengaruhi hilangnya minat masyarakat untuk menonton disana. Yang paling mengejutkan, Wisata sekarang sudah dijadikan tempat korupsi baru bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini saya alami sendiri saat terpaksa mengunjungi Wisata untuk menonton Twilight karena ketinggalan untuk menontonnya di Galeria.

Kejadian ini saya alami sekitar pertengahan Pebruari bersama pasangan. Tiba di wisata sekitar jam 18.30 wita dimana film akan diputar tepat jam tersebut. Hujan mengiringi gerak langkah kaki untuk cepat beranjak dari tempat parkir menuju lantai II Wisata. Baru tiba di Lantai I, saya sudah disambut tatapan tajam pemuda-pemuda ga jelas yang sedang asik duduk-duduk di depan kios-kios sepanjang lorong Wisata. Perasaan was-was dan takut bercampuraduk menjadi satu dan selalu berharap tidak terjadi hal-hal negatif yang menimpa saya bersama pasangan. Syukurlah kita mampu melewatinya dan tanpa tolah-toleh menuju lantai II. Tetapi kesan kumuh dan sepi kembali mengotori mata saya tepat didepan eskalator untuk naik ke lantai II Wisata .

Setiba di lantai II, saya sempet kaget juga melihat suasana sepi dan tanpa ada antrean tiket seperti yang pernah saya alami dulu. Dan anehnya loket pun dalam keadaan tutup. Sungguh seperti mengalami langsung di film-film horor yang pernah saya tonton. Mengerikan juga berlama-lama tinggal ditempat sepi ini pikir saya. Disaat semakin besar niat saya untuk membatalkan menonton Twilight, tiba-tiba 2 orang berbaju seragam batik berwarna kuning menghampiri saya dan pasangan. “Mau nonton apa?”, tanya orang yang saya pikir adalah petugas Wisata. “Twilight“, jawab saya dengan masih bertanya-tanya. Dan orang-orang itu pun mengarahkan saya ke theater 1. Jantung berdetak kencang dan pikiran pun melayang ntah kemana. Satu dari orang itu menghampiri saya lagi. “Bayar 20 Ribu berdua dan silahkan masuk“, terangnya. Karena saya ingin menonton film ini, terpaksa saya turuti dan membayar sejumlah yang mereka minta. Dan saya bersama pasangan diantar masuk dan anehnya kita bisa memilih tempat duduk sebebas mungkin.

Setelah duduk sebentar sambil menarik nafas dalam-dalam, saya berpikir korupsi sudah terjadi di Wisata. Uang itu masuk ke dompet petugas tersebut. Dan selanjutnya, berturut-turut sekitar 5 pasangan masuk kedalam dengan cara yang sama. Saya tidak bisa memperkirakan dengan jelas, berapa orang berada di dalam. Dan sedikit hati ini bertanya dan akan saya coba perkirakan setelah selesai menonton. Setelah saya selesai menonton, lampu pun kembali dinyalakan dan saya mulai memperkirakan jumlah penonton. Kira-kira sekitar 40 orang berada didalamnya. “Busyet… kaya banget tuh petugas sekarang”, pikir saya.

Mari Kita Bayangkan bersama-sama

wisata_korupsikalo salah hitung tolong langsung diprotes ke Wisata he..he..he

Sekitar 6.400.000 masuk ke kantong petugas dalam sehari, bisa dibayangkan selama sebulan. Uang yang tidak masuk ke managemen Wisata bisa diasumsi sebagai korupsi. Wisata kini diambang kebangkrutan. Bagi managemen Wisata yang kebetulan membaca blog ini, bisa menjadi acuan dan cepat-cepat berdiri lagi. Sehingga Wisata bisa kembali menjadi tempat favorite yang selalu akan dikunjungi.

2 Comments leave one →
  1. March 6, 2009 4:07 am

    wah kalo saya sih lom pernah ngalamin kasus percaloan ky gini. Pas beruntung aja kali ya, dapet beli di loket terus. Tapi yah bayarnya juga sama, murah meriah, 10rb saja.

    Kalo masalah kumuh dan kumel dan sepi… saya rasa emg perlu perbaikan dr pihak manajemen dan pengelola gedung. Digimanain kek gitu wisata nya, biar menarik minat orang nonton kesana. Mungkin cinema2 perlu ditayangkan lagi di tv, supaya orang2 tau film2 terbaru, ga yg cuman rajin ngenet aja…

    Dewa Rama :
    yah kalo terus kayak gini, selamat tinggal aja deh buat Wisata. Tapi lumayan juga tuh masuk uangnya ke dompet2 petugas. kapan indonesia bisa maju hehehehe

  2. March 10, 2009 8:19 pm

    Kalo dulu jalan-jalan (nonton) ke Wisata wajib saya lakoni (minimal sebulan sekali) bersama teman2 ato pacar…. Tapi sekarang, cuman ngeliat poster film aja dari jalan, sambil melirik berapa sepeda motor yang terparkir di halamannya. Hari-hari tertentu masih lumayan ramai,… Tapi tetap saja, sekarang Wisata tidak menjadi salah satu tempat pilihan untuk kami kunjungi… Mending nonton DVD/VCD ajah. Ato kalo emang ngebet bgt, ya Galeri ajah…

    Dewa Rama :
    Yah begitulah bli.. Wisata 21 emang jadi tmpt alternatif saja. Padahal dulu pas lagi hot2nya, parkir aja ga dapet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: