Skip to content

HUT Denpasar, Dekat Dengan Rakyat

February 22, 2009

pembukaan_hutdenpasar

Pasar murah, Pasar Tani dan Denpasar Makanan Warisan Budaya (Food Heritage) tadi pagi 22 Pebruari 2009,  resmi dibuka oleh Walikota Denpasar I.B Rai Mantra ditandai dengan pembukaan tirai. Acara yang mengambil tempat di depan Museum Bali dan Pura Jagatnatha ini diteruskan dengan pembagian sembako oleh Bapak Walikota Denpasar yang didampingi Wakil Walikota kepada anak-anak cacat dari Driya Raba Denpasar. Acara yang dilaksanakan untuk merayakan HUT Kota Denpasar ke -17 ini mendapat perhatian dari masyarakat luas. Ada sekitar 80 stand tersebar di sepanjang museum Bali yang terdiri dari 30 stand pasar murah, 22 stand Denpasar Makanan Warisan Budaya dan sekitar 20 stand pasar tani orchid show (anggrek).

sembako_hutdenpasarWalikota Denpasar menyerahkan sembako kepada anak – anak cacat Driya Raba

Tepat pukul 6 pagi, Masyarakat Kota Denpasar telah ramai berkumpul menggunakan pakaian olahraga di Lapangan Puputan Badung. Meraka bersiap-siap untuk mengikuti jalan santai yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Denpasar. Rombongan jalan santai langsung dipimpin oleh Walikota beserta pejabat-pejabat dilingkungan Pemkot Denpasar. Start dimulai di depan Patung Catur Muka dan Finish di Lapangan Puputan Badung.

kunjungan_hutdenpasarKunjungan Walikota ke stand-stand

Sebelum membuka pasar murah, Bapak Walikota sempat menuju ke Pasar Hasil Bumi yang diadakan oleh Dinas Pertanian di sepanjang jalan Kaliasem atau sebelah barat Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Kemudian meneruskan dengan membuka pasar murah disepanjang museum Bali. Disela-sela kunjungan ke stand-stand, Walikota yang sangat gencar mempromosikan Denpasar Ekonomi Kreatif ini  selalu memonitor para pedagang-pedagang yang berjualan disana. “Dalam HUT Kota Denpasar ini, Kita ingin melibatkan masyarakat untuk langsung berperan serta memeriahkan acara ini. “, kata Bapak Rai Mantra.

makan_hutdenpasarMenyantap Denpasar Makanan Warisan Budaya

Acara diakhiri dengan menyantap Makanan Warisan Budaya di masing-masing stand kuliner. Bubur tuak dipilih sebagai makanan pembuka yang dengan lahap dicicipi oleh pejabat-pejabat Pemkot beserta istri-istrinya.

One Comment leave one →
  1. RiRi permalink
    March 2, 2009 5:37 am

    dasar pemkot, tebar pesona mulu nih. Ram dibayar brp sama pak walikota bwat ngemuat fotonya dya sebanyak ini? he2

    Dewa Rama :
    dbayar perbulan ree…. kangguang ngayah hehehee. Tapi ini top leader lo. jangan salah… IT berkembang ya gara2 walikota satu ini. Hidup Pak Rai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: