Skip to content

Gajah Mada Festival, Gawe Akbar Kota Denpasar

December 4, 2008

gajah_mada_festivalPemerintah Kota Denpasar terus berinovasi. Setelah sukses dengan acara e-Sewaka Dharma Award, kini di penghujung tahun 2008 Pemkot Denpasar menggelar acara Gajah Mada Festival (GMF) di sepanjang jalan Gajah Mada Kota Denpasar. GMF akan diselenggarakan mulai tanggal 28-30 Desember 2008. Dengan mengambil tema Inspirational Memories, Pemkot Denpasar mencoba memadukan 6 unsur seperti Traditional dan Budaya, Multiculture, Ekonomi, Humanis, Sumber Inspirasi dan Nostalgia. Acara dibawah leading sector Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar juga dimeriahkan dengan Great Sale, Food Heritage dan Kuliner. Saat acara berlangsung, jalan akses menuju Gajah Mada akan ditutup total.

6 unsur yang menjadi acuan diselenggarakannya Gajah Mada Festival adalah merupakan satu kesatuan dimana bertujuan untuk memperkenalkan Kota Gajah Mada ke seluruh tanah air maupun dunia.  Unsur Traditional dan Budaya mencirikan bahwa Kota Gajah Mada menyimpan kebudayaan dan seni traditional seperti adanya Pura Desa yang masih disakralkan ditengah-tengah modernisasi di Kota Denpasar.

Unsur Multiculture mencerminkan bahwa Kota Gajah Mada terdiri dari beberapa etnik seperti India, Cina, Arab dll. Cerita Jayapangus menceritakan bahwa pertemuan antara padagang Cina dan pedagang Bali yang pada akhirnya memperkenalkan Pis Bolong di masyarakat Bali merupakan rentetan proses dari sejarah lahirnya Kota Gajah Mada.

Unsur Ekonomi jelas tercermin di Kota Gajah Mada dengan rutinitas para pedagang tiap harinya yang sekarang terkenal dengan Pasar Kumbasari. Fenomena Nasi Jinggo juga melengkapi unsur ekonomi yang mempengaruhi keadaan Kota Gajah Mada. Dengan menikmati sekepal nasi jinggo di malam hari menambah semarak Kota Gajah Mada. Unsur ekonomi juga mempengaruhi Unsur Humanis yang terjadi di Kota Gajah Mada. Bagaimana seorang ibu yang berjualan canang (sesajen menurut umat hindu di Bali) dengan menjinjing keranjang tanpa memperhatikan penampilannya dimana hanya mempunyai satu tujuan yaitu menyambung hidup.

Sebagai sumber inspirasi, Kota Gajah Mada merupakan suatu daya tarik diantara orang-orang yang pernah kesana dan menjadikan keharusan untuk mengabadikannya kedalam suatu media gambar. Dan segala unsur diatas selalu menjadi sebuah kenangan dan unsur Nostalgia berusaha dikemas didalam sebuah acara yaitu Festival Gajah Mada. Dan diharapkan semua orang selalu mengenang Kota Gajah Mada baik dulu maupun sekarang.

Yang perlu mendapatkan perhatian dari Pemkot Denpasar

pengerjaangajahmadatahapi

Kurang lebih 3 hari jalan Gajah Mada Kota Denpasar akan ditutup. Perlu kerjasama semua pihak supaya GMF terselenggara dengan lancar. Dan kemana lalulintas akan dialihkan jika kita melihat gambar diatas begitu kroditnya lalulintas jalan Gajah Mada dari hari ke hari.

One Comment leave one →
  1. December 6, 2008 5:38 am

    wah.. brarti harus menghindari gajah mada bro ya? yayayay…

    Dewa Rama ;
    ya terpaksa mencari alternatife lain bro…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: