Sejak 25 Mei 2009 pukul 20.30 Wib saya sudah di Jakarta. Untuk kedua kalinya dipercaya mendisain stand Pemkot Denpasar. Pertama kali di Batam dalam IT Expo Batam dan Pameran Anti Korupsi di Gedung Nusantara IV DPR RI Jakarta ini. Sangat menyenangkan…
walau bisa dikategorikan sebagai salah tugas besar yang paling mendadak sepanjang hidup. H-2 baru dikasi tahu untuk mendisain stan dan harus segera dikirim ke Jakarta. hikzzzz…. lembur…
Kembali berangkat bersamaan dengan beberapa teman satu team sewaktu di Batam seperti Mbok Laksmi dan Mbok Ewik seru abisss… Ditambah Bli Budhita (dinas capil) yang kelihatan kalem tapi ternyata sama parahnya dengan kita-kita hahhahahaha
(pas checkin di Bandara Ngurah Rai baru tau kalo bli ini adalah anaknya dari catering ternama Warti Buleleng, wauuuuuu… bisa dapat potongan neh, asik….) membuat suasana lebih hidup.
Sparks Hotel di daerah Mangga Besar Jakarta
Setiba di Jakarta, saya menginap di SPARKS HOTEL di daerah mangga besar , hotel modis dan gaul bergaya minimalis. Alasan murah dengan fasilitas lumayan adalah yang kita idam-idamkan. “Paslah dengan kantong staf kecil seperti kita“, jelas mbok laksmi yang di daulat mendadak menjadi leader. Benar juga, fasilitasnya memang lumayan seperti diskotik (jangan membayangan apache, blue eyes, atau kamasutra ya jelas bedalah…
) untuk menyalurkan selera musik yang bikin hidup lebih hidup ha ha ha ha dan beberapa fasilitas lainnya seperti cuiming pul… dan restoran.
Setelah checkin dan setiba di kamar, kaki ini tidak sabar ingin jalan-jalan. Bersama Bli Budhita (partner 5 hari selama di Jakarta) dan mbok laksmi (mbok ewik KO, tensi kumat yaelah…
) saya menuju ke luar hotel untuk mencari sesuatu yang berbeda. Roti Bakar menjadi tujuan utama, sebenernya lebih banyak ngobrol yang ga penting seh…hehehehe
padahl cuma belanja 10 ribu wakakakakak. (maaf ya abang penjual roti… pelanggannya pada kabur karena kita menjajah tempat duduk kurang lebih 2 jam hihihihihi). Mbok Laksmi kembali ke hotel, sedangkan saya dan Bli Budhita melanjutkan pengembaraan di malam hari.
Perut kembali menyerang dan sumpah tidak akan pernah kenyang dengan sepiring roti bakar. Perjalanan ke daerah antah berantah (sama sekali belum mengenal medan… yailah ini Jakarta kali bukan medan
). Tapi yang anehnya, setiap melangkah lebih jauh…, satu persatu pedagang ular cobra kita lewati. “Kog banyak ya bli…?”, tanya saya yang dijawab dengan senyum penuh tanya oleh Bli Budhita. Dan tanpa sadar kita sudah duduk di sebuah warung kecil penjual cobra. Alamakkkk…. Bli Budhita mengajak saya untuk menyicipi daging cobra. Dengan berat hati saya mengiyakan dan berharap tidak terjadi apa-apa dengan tubuh ini. (jangan-jangan nanti kulit bersisik dan jalannya ngesot hahhahaha
). Ular cobra ini bisa diolah menjadi sate, soto, diminum empedunya dicampur dengan arak atau diolah menjadi minyak dengan kasiat dapat menghilangkan gatal-gatal atau yang paling umum dicari adalah untuk menguatkan stamina bagi laki-laki loyo (apa coba…..hahahahah
).
Berbagai macam olahan ular cobra
“Enak juga” pikir saya dan tidak meyangka piring hanya tinggal tusuk nya saja. Seporsi 15ribu (10 tusuk), kenyal dan hampir sama seperti sate kambing tidaklah terlalu mahal. Untuk penguat stamina??? pikiran ini baru menyadari dan sesuai cerita pedagang cobra, bahwa daerah Mangga Besar adalah kawasan plus-plusnya Jakarta. GEDUBRAKKKKK…
“Pantessssssssssss….” sahut Bli Budhita sambil tertawa lebar. Pantas saja di sepanjang jalan Mangga Besar banyak sekali cewek-cewek cantik dan berpakaian seksi mondar-mandir. Ternyata untuk mencari mangsa hehehe
. Ya begitulah… Hidup di Jakarta memang penuh perjuangan. Masalah ekonomi menjadi persoalan utama mereka melakukan praktek maksiat ini.
Satu informasi besar saya dapatkan malam itu. Kehidupan malam Jakarta yang ganas dan membuat hati menjadi miris. Dan kembali ke hotel dengan satu pengalaman berharga ditangan. Capek….. dan pengen internetan juga, karena seharian sudah ga buka FB dan update blog.
Setiba di hotel, saya iseng bertanya kepada satpam yang bertugas. “Bang, disini ada Free Hotspot ga?”. Dengan mantap satpam gagah perkasa ini menjawab “cuma ada di Spa aja mas“. Wah…..hilang kesempatan untuk bisa berinternet ria (bawa kog modem starone tapi sayang ga bisa dipake. Ga tau kenapa… Kata pacar yang sering make, kartunya main-main, harus dibuka kemudian dipasang lagi hahahahahaha
). Satu malam pun terlewat tanpa menyelam ke dunia maya.
Keesokan harinya, karena kehabisan akal dan keinginan main internet menggebu gebu (hahahahah
), saya mencoba menanyakan ke resepsionis warnet terdekat dengan hotel ini. “Kalo bapak bawa laptop, kita menyediakan free Hotspot ” sambil memberikan kertas yang berisikan ID dan PASSWORD.
DAMN…………….. ga salah denger neh….
Satpam sialan, brengsek, sok tahu, sontoloyo, ahh…………… Menghilangkan satu kesempatan untuk bermain internet gratis adalah tindakan pidana dan bisa dihukum penjara 5 tahun hahahahahahah
. “Parah ini satpam” pikir saya.
Mencoba memaafkan hehehehehe
(seru sajan…) saya cepat-cepat kembali ke kamar, dan mencoba Free Hot Spot yang ditawarkan pihak hotel. TARAAAAAAAAAAA……… ternyata bisa. Horeee.horeee.horeeeee….
. Selanjutkan internatan ampe jam 3 pagi hehehehhe…..ASIK.
Cukup dulu ya… terus deh tongkrongin dewarama blog kalo pengen tau pengalaman saya selanjutnya di Jakarta hehehehehe C..U..
6 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment





“Pantas saja di sepanjang jalan Mangga Besar banyak sekali cewek-cewek cantik dan berpakaian seksi mondar-mandir. Ternyata untuk mencari mangsa hehehe.”


Ow..ow..ow..ow..
ga di mansa tuh…..???
dipatok sekalian ma cobra…sssssssssssssstttttttttttt……………..
Aum………….
Dewa Rama:
tenang bos…. iman tingkat tinggi neh hahahahhaa. Karena sempat makan cobra, jd kalo dipatok tu gpp… stamina meningkat soalnya wakakakakakakaka
kalo ga salah lagu nya peterpan bukan iman tingkat tinggi deh..tapi khayalan tingkat tinggi………
Dewa Rama:
Kan peterpan dan ngeluarin album religi yang terbaru…
Btw….pasal yang dikenakan untuk satpam itu apa Ram…
Penipuan, Perbuatan Tidak Menyenangkan, Merampas Hak Asasi Pengguna Free Hotspot, Kebohongan Publik (kaya selebritis aja…heheh), Memberikan Keterangan Palsu, atau Secara Sengaja Ataupun Tidak Bersenang- senang Di Atas Penderitaan Orang Lain….???
Dewa Rama:
Penipuan : 2 tahun
Perbuatan Tidak Menyenangkan : 3 tahun
Merampas Hak Asasi Pengguna Free Hotspot (paling penting) = 5 tahun
Kebohongan Publik= 2 tahu
Memberikan Keterangan Palsu = 1 tahun
Secara Sengaja Ataupun Tidak Bersenang- senang Di Atas Penderitaan Orang Lain = 4 tahun
tinggal dijumlahin aja, karena tu satpam melanggar semuanya hahahahahha…….
wah kena pasal berlapis dunks….kaya kue lapis legit…berlapis – lapis gitu…berapa lapis…??ratusan…
Dewa Rama:
mukamu kayak kue lapis hahahaha…
hihihi… seru juga ram, klo aja sate cobranya bisa dioleh2in bungkus yg banyak yah.
Dewa Rama:
hehehhehe… kalo bungku kasiatnya berkurang. Lebih berkasiat kalo di daerah mangga besar hahahahah
“Untuk penguat stamina??? pikiran ini baru menyadari dan sesuai cerita pedagang cobra, bahwa daerah Mangga Besar adalah kawasan plus-plusnya Jakarta. GEDUBRAKKKKK…:P “Pantessssssssssss….” sahut Bli Budhita sambil tertawa lebar. Pantas saja di sepanjang jalan Mangga Besar banyak sekali cewek-cewek cantik dan berpakaian seksi mondar-mandir. Ternyata untuk mencari mangsa hehehe:P”
Pasti Rama dah jadi salah satu mangsanya ne.. ckckckck ga di bali, di batam n di jakarta, tujuan utamanya pasti dech yang gini”….. tobat bli. wkwkwkkw